Selasa, 07 Maret 2017
No Laut, No Promblem
DI SANA gunung di sini gunung, itulah Bondowoso. Tak salah kota ini, menjadi surganya para petualang meski tidak mempunyai wisata bahari. Namun anehnya, kata Erfin Nur Perbawati, justru pasar ikn terbesar di Tapal Kuda ada di Bondowoso.
Berangkat dari pasar tradisional yang terbentuk puluhan tahun tersebut menyakinkan Erfin bahwa Bondowoso punya potensi perikanan yang luar biasa. Tak salah jika setelah lulus SMAN 1 Tenggarang, dia memilih jurusan teknologi hasil perikanan di Unibraw.
"Awalnya sih pilih jurusan yang jarang dipilih teman-teman. Ternyata setelah masuk potensi perikanan di Indonesia ini banyak tak terkecuali Bondowoso yang tak punya laut sekalipun," ucapnya.
Kondisi geografis Indonesia yang kepulauan dan lebih luas wilayah perairan dari pada dataran yang mencapai dua per tiga wilayah Indonesia. Tak salah, kta Erfin, Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti pernah menyampaikan sektor perikanan ini menjanjikan. Namun banyak orang selalu berbicara potensi perikanan adalah itu ada di laut. Padahal, kata perempuan 32 tahun ini, ikan ada di laut dan air tawar. Berarti Bondowoso itu punya potensi perikanan juga.
Atas dasar itu, Erfin kembali sadar dan ingin mengembangkan ilmunya untuk mengajar SMKN 1 Grujugan di jurusan Teknologi Hasil Perikanan (Tphi), setelah lulus di Unibraw. Belum berpengalaman dalam mengajar, pertama mengajar pun Erfin merasa nervous. "Awal ngajar pasti gerogi, apalagi ada saja murid yang mengoda. Sekarang sudah tidak canggung, karena sering diskusi dengan guru-guru lainnya," imbuhnya.
Rasa bersyukur juga dirasakan Erfin, karena diberikan kesempatan mengikuti pelatihan Hazard Analisis Critical Control Poin (HACCP) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Berkat pelatihan itu ditambah basic ilmu di perguruan tinggi, perempuan asal Tenggarang ini makin mantap mengajar agar murid-muridnya punya wawasan potensi perikanan di Bondowoso.
Terlebih lagi Bondowoso yang punya pasdar ikan terbesar se Tapal Kuda, jadi modal penting bahwa ada lokasi pemasaran strategis. "Jika bisa produksi saja tanpa bisa menemukan pasarnya juga susah. Tapi di Bondowoso ini punya pasarnya, seharusnya digenjot perikanan air tawarnya," imbuhnya.
Agar berjalan lebih maksimal produksi air tawar di Bondowoso jugab dibarengi dengan teknologi agar mempunyai nilai tambah. Dia sendiri merasa kesal jika orang Bondowoso tak mengetahui teknologi pengolahan ikan. Sebab, teknologi hasil perikanan sudah dijalankan nenek moyang secara tradisional.(dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 26 Juli 2016
disalin oleh :(er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar