Rabu, 01 Februari 2017

Kaget dengan Bondowoso



KAGET,itulah pengalaman pertama kali Muhammad Zaenal ke Bondowoso.Dia tergolong baru di Bondowoso.Kepala Subdrive Bulog Bondowoso ini bukan kaget karena kondisi daerahnya,namun dia kaget dengan para pengguna jalan.Awal kali memasuki Bondowoso,kesan pertama yang ada di benaknya adalah damai,rindang dan tentram.Nyatanya,hal itu tidak bercermin dengan sikap pengendara di kota dengan sebutan Republik kopi ini.Sebab masih banyak pengendara yang maunya menang sendiri."Bukan ugal-ugalan,tapi ingin menang sendiri,"tambahnya.



Penasaran Kawah Ijen bondowoso


Dia mencontohkan,seperti saat hendak keluar dari parkir misalnya,banyak pengendara roda dua maupun roda empat membunyikan klakson terlebih dahulu.padahal kendaraan lain masih jauh dibelakang."Rasanya ingin cepat-cepat saja jalan lurus jika ada pengendara lain belok atau nyebrang,"ucapnya.seenaknya sendiri tersebut juga tampak pada pengguna jalan lain,misalnya main serobot saat berada di lampu merah.Zaenal beranggapan,jika di kota besar yang padat kendaraan,ingin cepat-cepat masih dikat5akan wajar.Namun ini jalan begitu tenang,masih saja mainb serobot.Bahkan,kata pria asal Kalimantan tersebut,stafnya sempat mengalami kecelakaan akibat ada pengendara yang main serobot lampu merah."Ada staf saya sampai bonyok kecelakaan gara-gara ada yang menyorobot lampu merah,"tambahnya.Seharusnya namanya orang mau belok dan nyebrang ini lebih di dahulukan.Berbicara suasanya di Bondowoso,Zaenal mengaku nyaman dan lega di kota Gerbong Maut ini."Sejuk dan banyak pepohonan rindang,jika di Banjarmasin Kalimantan Tengah,begitu jauh dalam hal kerindangan."Kalimantan itu banyak hutannya,tapi kotanya ya kota jarang ada pepohonan.Banjarmasin juga begitu,sehingga suasananya panas,berbeda dengan Bondowoso yang kota nya masih rindang,"jelasnya.Pria 53 tahun ini juga kaget dengan Kondisi masyarakatnya.Tidak lagi kaget negatif,namun positif.Zaenal mengaku saat di tugaskan di Bondowoso,dia merasa was-was karena mayoritas penduduknya adalah Madura.setelah kenal,kesan itu luntur."Orangnya enak disini,guyup-guyup,"ujarnya.Sehingga ada hikmah Zaenal ditempatkan di Bondowoso.Dengtan kondisi seperti ini,tak salah koleganya di Kalimantan yang kini sebagai Kajari Bondowoso Sri Sektiyanti betah berada di Bondowoso."Kajari Bondowoso sudah kenal saat di Kalimantan dulu.Saat saya tugas di Jawa ingat bu Sri.Eh ternyata tugas di Bondowoso juga,"tambahnya.Dari cerita-cerita dengan kawan lamanya ini,Zaenal makin penasaran dengan Kawah Ijen,Kawah Wurung dan beberapa destinasi tersohor di Kecamatan Sempol,Bondowoso."Kalau bu Sri bisa ke puncak Ijen,saya juga harus bisa.Penasaran seberapa bagus Ijen itu yang banyak dimintai turis mancanegara,"pungkasnya.(dwi/wah)

Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 7 Juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar