Senin, 06 Februari 2017

Hafalan Langsung Terapkan



MOMEN ramadan tak hanya dimanfaatkan Salsabila untuk saling berbagi, silaturahmi, berpuasa dan beribadah saja. Lebih dari itu untyk merefres bacaan Alquran serta menghafa surat-surat pendek.

Sebagai guru di SD Al Iryad Al Islamiyyah Bondowoso, ini juga ingin hafal surat-surat pendek di Juz Amma seperti yang di lakukan para murid-muridnya. "Kalau murid harus hafal Juz Amma, guru juga harus hafal," ucapnya. Sehingga , kata dia, pembelajaran tidak hanya mencerdaskan murid saja tapi guru juga ikut pintar gara-gara mengajar.


Tak Hanya Diterapkan saat Ngaji dan Salat saja

Perempuan 21 tahun ini menagaku saat masih anak-anak yang setiap hari ngaji membuat membaca Al quran kian lancar. Mulai beranjak dewasa ngaji tidak lagi dilakukan setiap hari ternyata membuat membaca Al quran mulai tersandat dan lebih lancar saat masih anak-anak. Berangkat dari itulah Salsabila menyempatkan mengaji tidak hanya ramadan saja.

Alumnus SMKN 3 mengaku darusan yang sering dilakukan bulan ramadan begitu positif merefres bacaan Al quran dan surat-surat pendek yang dulu hafal. "Tak hanya positif yang membaca, tapi pendengar, apalagi menjelang imsak surat pendek nyaring terdengar setiap pengeras suara di masjid," imbuhnya.

Berbicara menghafal surat-surat pendek yang enak dan tidak membebani menurut dia lewat sal;at. Ya setiap sa;lat membacalah surat-surat pendek yang yang bervariasi. Jika itun terus dilakukan, semakin sulit pula bacaan surat pendek di Juz Amma ini pula. "Banyak surat pendek hafal karena tidak pernah di baca akhirnya lupa lewat salat itulah surat-surat pendek ini terus hafal," imbuhnya.

Terlebih lagi salat itu dilakukan setiap hari lima kali, sehingga setidaknya perlima jam sekali selalu membaca surat-surat pendek. Agar terus hafal surat pendek ini memang sering diucapkan.

Berkaca darim belajar bahasa asing ucap, Sabilla sebagai guru Bahasa Inggris ini, untuk cepat bisa bahasa asing, adalah dilakukan setiap saat. Dan hal iu sudah banyak diterapkan anak muda masa kini, contohnya pemakaian bahasa Indonesia yang di camur dengan bahasa Inggris. Sehingga bagai mana setiap saat tidak hanya saat ngaji atau salat saja.

Teknologi semakin canggih seharusnya orang juga makin gampang memahami bacaan Al quran serta hafalan surat-surat pendek. Lewat genggaman tangan yakni smartphone ada aplikasi Al quran, ada suaranya ada artinya juga. (dwi/wah)


Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 20 Juni 2016

Ditulis Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar