Jumat, 10 Februari 2017

Suka Orkes Gambus


BERPROFESI menjadi seorang guru, tidak lantas mematikan hobi lainnya. Hal itu dibuktikan Dhara Wisnu Wardaning Putri. Setiap harinya dirinya berprofesi menjadi guru, namun di

lain sisi, hobinya menjadi penyanyi tersalurkan dengan baik.
Lajang kelahiran 28 Agustus 1992 ini mengaku sudah tiga tahun ini dirinya aktif dalam grup gambus Al Falah. Hobi itu menuturnya memberi kesan tersendiri. Sebab sudah sejak SMP, dia senang mendalami dunia tarik suara."Guru menjadi profesi, dan hobi ini menjadi tambahan profesi," tuturnya.Hobi tarik suara itu sudah muncul semasa dirinya duduk di bangku SMPN 1 Bondowoso. Awal kali dia mendalami dunia tarik suara menjadi grup paduan suara. Selanjutnya dia memperdalam tarik suara di dunia akustik sampai musikalisasi puisi.


Seni Bagian dari Semangat Hidup

Saat masuk SMAN 2 Bondowoso, hobi itu terus bertambah. Akhirnya pada saat PPL, ada guru PPL yang mengarahkan untuk memperdalam tarik suara pada dunia orkes gambus. Sejak saat itulah dia belajar menguasai nyanyian padang pasir."Saya cari referansi sendiri dan berlatih sendiri,"ucap putri sulung pasangan Bambang Wisnu Broto dan Kurniasih Pujiningrahayu tersebut.
Pengetahuan tetang berbagai lirik lagu bertambah banyak seiring jam terbangnya dalam orkes gambus. Baginya, belajar sambil praktik menjadi penguasaan lirik lagu yang sangat mudah."Awal pastinya mempelajari lirik dulu, saya hafalkan di rumah, kebetulan orang tua sangat mendukung,"akunya.

Selain hobi bernyanyi, perempuan yang tinggal di Perm Villa Kembang Asri ini juga sempat mendalami dunia tari yang dijalani saat masa SMA."Ada tari tradisional dan tari modern, yakni dance,"tuturnya. Namun hobi itu saat ini sudah tidak tersalurkan lagi. Mengingat aktivitasnya sudah padat setiap harinya.
Namun memang baginya, menjalani sebuah seni adalah salah satu bentuk ekspresi. Ketika bisa mengekspresi. Ketika bisa mengekspresikan diri dalam berbagai hobi itu, hidup serasa lebih hidup.
Seperti tarik suara misalnya, seringkali ketika dirinya merasa boring, bernyanyi menjadi obat Itulah mengapa dirinya merasa seni adalah obat. Sebab di dalamnya banyak sisi-sisi unik dan menarik yang bisa membawa jiwa tenang dan bisa menjadikan pikiran fres kembali.Hobi lainnya adalah membaca. Hal ini baginya menjadi hal yang wajar. Sebab membaca adalah jendela dunia. Sarjana Pendidikan Universitas Terbuka Jember ini menuturkan, setiap ada waktu luang, dia selalu menyempatkan untuk membaca."Dengan membaca pertahuan kan bertambah, apalagi ada tugas untuk mentransformasikan ilmu kepada anak tandasnya.(hud/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 15 Juli 2016
disalin oleh: (JSR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar