DI bondowoso, hanya ada dua dokter anak saja yang melakukan praktik. Salah satunya adalah dr Yulianan M.Biomend Sp.A dia memutuskan untuk bekerja di Bondowoso tak lain karena suaminya juga dokter yang dinas di kota bertajuk TThe High Land Paradise tanya tenang," kata perempuan asal malang tersebut.
Menjalani profesi sebagai dokter menurutnya adalah panggilan jiwa.
Ketahuan Penyakit Anak dari Komunkasi
Sebab, selain profesi, dokter memiiki kewajibab sebagai pelayanna masyaraka. Menurutnyaunci kesembuhan adalah dokter dan pasien harus saling percaya. Sebab jika pasien tidak percaya dengan dokter, bisa jadi penyembuhnyapenykitnya makin lama. "Sepintar apapun dokter, deails dokter itu menjelaskan dan sebaik obat yang diberikan jika pasien tidak tak punya trust ke dokter ya sama saja," jelasnya.
Sebenrnya tidak hanya pasien yang harus percaya kepada pasien. Sebab anatra pasien dan dokter adalah hubungan dua arah dan seharusnya saling terbuka. Pasien harus terbuka dengan kendela dan penyakit yang dialami anpa ditutupi satu pun, begitu pula dengan dokter juga harus terbuka masalah dengan penyakit pasien.
saling percaya dan saling terbuka, hal itulah yang ditekankan oleh dokter 32 tahun tersebutKarena selama ini ada beberapa pasien yang tidak mau terbuka, bagaimanan dokter bisa mencari solusi yang tepat dari penyakit nya tersebut.
sebagai dokter anak sedikit banyak orang bertanya kepadanya bagaimanan komunikai dengan anak yang tidk bisa berbicara."Kalu orang dewasa ditanya sakit apa bisa jawabdan bagian mana kalau anak hanya mengis jika bisa berbicara itupun bilanag semuannya sakit," paparnya.
Agar mengetahui anak itu sakit apa salah satu yang bisa dilakaukan adalah mengajak bicara anak tersenut."meski anak itu tidak bisa ngomong saya ya ngomong daerah mana jyang sakit, sakitnya bagaimanan, "Imbuhnya. Dari sana Yulianan mengtahui daerah manan yang sakit dengan bahasa tubuh mereka. "Ya dipegang di ajak ngomong itu bisa diketahui anak itu sakit dan maunnya seperti ap," kata dokter yang berdinas di RS Bhaykara Bondowoso tersebut.
Sehinnga kata Yulianan sejak masih bayi orang tua sebaiknya mengjak anak itu ngomong termasuk juga mengajak bicara saat berda dalam kandungan.
Diluar profesinya itu, Yulianan mengaku masih belum paham betul tentang Bondowoso utamanya tentang potensi wisatanya.
Dokter yang setiap harinya bertugas di RS Bhayangkara ini mengaku masih penasaran dengan lokasi menari di Bondowoso. Seperti kawah Ijen dan beberapa wisata alam lainnya. Padahal,hobinya semasa muda adalah travelling. Dia mengaku sampai saat ini masih belum sampai ke kawah Ijen. "Sebenarnya penasaran sih ingin kesanan,' ucapnya Alumnus S2 Universitas Udayana Bali ini yakin Bondowoso bisa melejitt daerah wisatanya karenaa yulianan pernah tinggal didaerah penuh dengan wisata yakni bali.
Bondowoso kta Yulianan tidak hanya nikmat sebagai tempat tinggal denagn kotanya yang asli serta bebas dari hiruk pikuk kacamata lebih dari itu orang Bondowoso ini nurut-nurut denagn dokter.orang bondowoso ini nurut-nurut dengan penjelasan dan himbuhan dokter. Beda dengan pasien perkotaan," ucapnya sehingga dengan kondisi kerja seperti itu yuliana makain betah lagi pasien yang patuh dan percaya sepenuhnya dengan dokter.(dwi/wah)
Sumber : jawa Pos Radar Ijen 02 Juli 2016
Disalin Oleh (Rs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar