BONDOWOSO bukan daerah yang asing bagi Komisaris Kukuh Sugiarto Kurniawan. Sebagai Waka Polres Bondowoso yang baru, kota ini begitu ngangeni."Saya dulu pernah menjadi Kapolsek cremee Sukosari, dan Wringin," ucap mantan Kabag Ops Polsek Bojonegoro ini.
Terkesan dengan Kemandirian Masyarakat
Wajar saja Kukuh begitu kenal daerah cermee saat acara bazar sembako murah di Desa pun langsung menuju sungai yang berasal dari DAS Sampean Baru." Kalau ada suara tembakan di sungai ini pasti ada maling sapi ini lari-larinya ke sungai ini,ungkapnya.Bertugas sebagai Kapolsek Cermee pada 2005-2006, ada rasa noltalgia tersendiri. Sebab, masyarakat Cerme yang guyup dan tolong menolong ini yang dia kangen."Masih belum banyak yang berubah, masyarakat juga. Jadi dulu warga Cermee ini kalau ada polisi yang tugas sering disembelihkan ayam. Saya sakit juga dirawat warga," tandasnya. Dia pun masih ingat Polsek Cermee dulu tidak ada di rumah dinas bagi kapolsek. Namun, warga senantiasa membantu mencarikan rumah kontrakan untuk rumah dinas.
Sarjana Hukum Unej ini bagaikan desa yang terisolir tapi ramai dan mandiri. Sebab, pasar di Prajekan, Klambang Justru pasar Cermee yang paling ramai."Warga yang di atas seperti Jiret, Solor itu turun ke Pasar Cermee dan malam pun tetap ramai," imbuhnya.
Kini Cermee makin terkenal karena ada destinasi wisata eksotik bernama Batu Solor."Batu susun pernah saya kesana, ke Gua Batu di jiret juga pernah," ungkapnya. Namun jalanya lebih ekstrim dari pada sekarang."Mobil gak bisa ke Solor, harus pakai motor. Apalagi kalau musim hujan jalannya ekstrim,"ungkapnya.
Setahun tugas di Cermee, potensi kecamatan perbatasan dengan Situbondo tersebut tidak hanya potensi wisata saja. Tapi yang belum banyak orang tahu adalah keseniannya, ya di Cermee ada kesenian Jaran Kencak yang selalu menyita perhatian warga setempat jika ada pertunjukan. Bahkan, tak sedikit pesta pernikahan atau acara sekolah mengundang Jaran Kencak.
Cermee yang dikenal panas dan kering, bagi Kukuh tidak seperti itu."Pertamanya saja panas, ternyata sejuk dan betah," kata pria kelahiran 1977 ini. Lantas menurut Kukuh bagaimana agar Cermee ini lebih maju, yakni sentuhlah perekonomiannya. Maski jauh aksesnya orang Cermee ini punya kemandirian ekonomi.(dwi/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen,13 Juni 2016
ditulisoleh:JSR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar