MELIHAT pelajar dengan seragam pramuka berkunjung ke stasiun Bondowoso, membuat Santi Rosita Dewi teringat masa sekolahnya. Petugas ticketing Stasiun Bondowoso tersebut saat SMP hingga SMA tak pernah lepas dari kegiatan ekstrakulikuler pramuka."Sebenarnya dari SD sudah ikut pramuka tapi tidak terlalu aktif,"katanya.
Alumnus SMAN 1 Bondowoso ini menuturkan, karena asik dalam pramuka dia harus menggeluti pramuka hingga tamat SMA.
Pahamkan Jiwa Korsa
Baginya pramuka itu menyenangkan dan tidak membosankan. Terlebih lagi banyak kegiatan yang berbaur dengan alam, sosial, hingga mendidik menjadi pribadi yang disiplin." Kegiatannya asyik, ada ke alam dengan naik gunung, sosial, teman-temanya juga ramah," imbuhnya.Jika pramuka itu tidak baik, kata perempuan berkerudung itu, tidak mungkin ada jenjang dari tingkat daerah provinsi hingga nasional. Sesuatu yang paling di dapat mengikuti pramuka, kata Santi, adalah mengerti apa tentang jiwa korsa. Berkat jiwa korsa ini seorang tidak individu lagi dan akan bergotong royong.
Gotong royong, tambah Santi, adalah kekuatan bangsa Indonesia. Sehingga pramuka sangat perlu sebagai ekstrakulikuler wajib di sekolah. Berbicara Bondowoso, semestinya pramuka di kota berjuluk The High Land Paradise lebih asyik dari pada kota besar."Kalau pramuka dari kota besar sulit cari kegiatan di alam. Bondowoso ini banyak, seharusnya anak muda Bondowoso ini bersyukur punya alam yang melimpah," pungkasnya (dwi/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 28 Juni 2016
disalin oleh: (Jsr)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar