Selasa, 07 Februari 2017

Maksimalkan Internet


MEMILIKI hobi nonton film tak membuat Putri Nurhidayah kecewa tinggal dan besar di Bondowoso. Meski kota ini tak punya gedung bioskop, menikmati film bukanlah sebuah halangan, Sebab saat ini, dari internet bisa menonton film apa saja yang diinginkan. "Nonton film bisa lewat internet termasuk youtube, tapi harus sabar sedikit saja," tambahnya.


Dari pengalamannya tersebyr dia yakin berbicara promoso pariwisata juga semakin gampang.

Jebbing harapan II tersebut saat ini mengemban amanah bagaimana promosi pariwisata Bondowoso berjalan dan menarik simpatik wisatawan seluruh Indonesia dan mancanegara. "Kalau sekarang promosi wisata makin gampang, tidak usah bertemu langsung dengan orang luar kota. Cukup lewat jaringan internet terutama medsos itu bisa," katanya.

Apapun gambar yang menarik, menawan dan indah plus banyak yang ngeshare foto tersebut di medsos pasti jadi tranding topic. Selanjutnya, akan jadi penasaran banyak orang sehingga mereka datang dengan sendirinya. Dia mencontohkan adalah Kawah Wuruh (Kawu) sebelum Pemkeb gotol promosi Kawu, terlebih dahulu jadi pembicaraan hangat di medsos.

Dia yakin promosi pariwisata Bondowoso mampu bersaing dengan promosi wisata daerah lain di Indonesia. Menurut siswa kelas III SMAN Tenggarang ini, karena keunggulan wisata di Bondowoso terletak di dataran tinggi tempatnya di Kecamatan Sempol. "Apapun di Sempol, itu berpotensi sebagai tempat wisata," imbuhnya.

Jika dulu Sempol hanya dikenal Kawah Ijen dan Ijen, kini mereka datang ke Sempol tujuan utama tidak lagi ke Ijen. Tapi ada Kuwu, Air terjun Blawan, Busa, Gentongan, Puncak Megasari, hingga perkebunan dan masyarakat setempat. Tak salah jika tagline pariwisata ini bernama The High Land Paradise.

Tak hanya bersaing urusan pariwisata alam saja, ada potensi lain di Bondowoso yakni wisata agro. "Wisata kopi ini yang paling menarik dan edukasi untuk para wisatawan, apalagi kopi Bondowoso mendunia," katanya.

Selain itu ada juga potensi wisata budaya, karena Bondowoso memiliki singo ulung yang telah dinobatkan sebagai warisan budaya nasional oleh Kemendikbud 2015 kemarin. Sehingga menurut perempuan asal Tenggarang ini, singo ulung yang punya hanya Bondowoso saja.

Putri mengaku untuk wisata Bondowoso yang banyak di keluhkan oleh pariwisatawan adalah infrastruktur. Ya mulai dari jalan, penerangan hingga toilet. Cara mengatasi semua itu, kata Putri, adalah pemerintah dan didukung oleh masyarakat. "Kalau mengantungkan pemerintah saja, kapan majunya. Infrastruktur sudah dibenerin tapi dirusak warga ya sama saja," katanya.

Sehingga apapun yang dibangun oleh pemerintah itu rasa kepemilikan harus ada di masyarakat sehingga mereka merawatnya. Terlebih lagi dengan promosi wisata, warga Bondowoso juga mendukung dan menjadi orang promotor wisata Bondowoso. (dwi/wah)

Sumber : Jawa Pos Radar Ijen, 23 Juni 2016
ditulis oleh :(er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar