Selasa, 14 Februari 2017

Tamanan Itu Menawan

BELUM pernah ke Tamananberarti belum pernah ke Bondowoso,ungkapan inilah yang membuat orang Tamanan makin bangga dengan Tamanan .Termasuk,Dhevi Dwi Arista.Sebab,Tamanan menarik perhatian banyak orang,tak kercuali turis asing.





Perempuan asal Desa kalianyar,Tamanan tersebut begitu tahu perjalan bagaimana Tamanan dikenal hingga turis luar negri.Sebab Desa Kalianyar itulah menjadi desa wisata yang banyak dikunjungi turis mancanegara yang berminggu minggu hingga berbulan bulan menginap disana.

Juga Terkenal dengan Tahu Gorengnya


"Kalau musim liburan turis asing ke Indonesia,banyak bulu di Tamanan,"Katanya.
Bagi Dhevi adanya bule ke Tamanan tersebut bukan serta merta karena potensi pariwisata yang ada di tamanan ataupun alamnya.Tapi lebih kepada Sumber Daya Manusia(SDM) yang terus tanpa henti,tanpa mengenal lelah mengupayakan turis asing untuk singgah ke Tamanan hingga kini jadi jujukan wisatawan mancanegara.
Bahkan,mahasiswi Unmuh Jember ini cukup bangga dengan orang-orang Tamanan yang jeli dengan hal yang biasa menjadi objek wisata menarik bagi ble."Belajar mencetak genteng,membajak sawah,tanam pada,bahkan pernah jadi terima tamu di pesta pernikahan,"Jelas Dhevi.Semua itu tentu juga didukung masyarakat Tamanan yang ramah dan terbuka dengan orang asing,sehingga turis jadi betah.Berkaca dari sana,kata Dhevi,sesuatu yang biasa jadi luar biasa dan menjadi daya tawar lebih karena tidak berpikiran satu sudut pandang serta banyak wawasan."Kalau orang desa,tinggal di desa,pemikiran juga orang desa,temannya juga orang desa,tidak terbuka untuk terus mengali informasi dan wawasan.Mana mungkin ada pemikiran turis asing itu suka membuat genteng dan membajak sawah,"imbuhnya.Sehingga inilah harapan Dhevi terhadap warga Bondowoso harus terus mengembangkan diri agar Bondowoso jadi menawan seperti Tamanan.
Dari sisi sejarahnya alumnus SMAN Tamanan ini semakin bangga jadi warga Tamanan.Sebab,menjadi tempat yang penting bagi pemerintahan dulukarena jadi kewedanan Bondowoso,atau pembantu Bupati Bondowoso.Maka,tak salah jika Taman punya alun-alun tidak seperti kecematan lain.
Nyatanya Tamanan juga punya sisi perjuangan yang heroik melawan penjajah.Yakni bagaimana perjuangan masyarakat Tamanan melawan Belanda dengan Tokoh perjuangannya adalah Basuki.Basuki adalah seorang tentara Republik Indonesia Pelajar(TRIP) yang gugur di Tamanan.Maka tak salah atas gugurnya Basuki di dekat Alun-alun  Tamanan di buatkanlah tugu bernama perjuangan pada tahun 1981."Ada tugu perjuangan,ada juga makam pahlawan di Tamanan,'Jelasnya.
Dari sisi ekonomi,menurut perempuan kelahiran juni 1995 ini tamanan punya produk tahu fan gentengnya.Nikmatnya tahu tamanan tersebut,tak salah banyak orang menamakan tahu tamanan.Untuk usaha gerabah genteng atau batu batu pun tersebar di beberapa desa.Dari kegiatan UMKM ini pun menjadi bukti bawah Tamanan makin menawan.(dwi/wah)

Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 22 Juli 2016

Ditulis kembali : AF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar