Kamis, 02 Februari 2017

Kita Semua Duta Wisata



SEJAK terilih jadi finalis Kacong Jebbing hingga jadi Jebbing 2016 membuat Narendra Sabil Cordova lebih mengenal segala potensi kota kelahiran ini. Jika dulu hanya Kawah Ijen sebagai destinasi wisata, sekarang apa pun yang menarik bisa punya potensi wisata. "Manfaat ikut taje banyak tahu tentang wisata di Bondowoso dan tak melulu Kwah Ijen," katanya.

Ada Kawah Wurung, Air Terjun  Tancak Kember, Batu Solor, dan wisata yang memacu adrenaline arung jeram



Wiasata Alam Semua Ada di Bondowoso

Ikut kaje sudah pasti mendapatkan pengalaman baru mengetahui satuy persatu destinasi wisata. Lebih dari itu, juga diajarkan bagaimana sikap menjadi wisata yang baik dan benar serta di contoh banyak orang.

Dia mencotohkan saat menginap di Guest House Jampit,Jika hanya wisata saja tentu di nikmati dan foto-foto. Nam,un, dia mendapatkan pengetahuan sejarah bangunan peninggalan Belanda tersebut. Sehingga, jika ada teman-temannya yang tanya tentang wisata di Bondowoso setidaknya Narendra bisa menerangkan secara gamblang.

Selain itu yang paling mrmbuat dia sadar berwisata di alam seperti di Ijen, Kawu, air terjun, Solor dan banyak wisata alam lainnya di Bondowoso adalah tidak mencemari tau mengotori. Artinya memjaga lingkungan tetap asri dan bebas dari sampah. Bahkan, setiap air terjun di Bondowoso termasuk cagar alam sehingga harus dijaga ekosistemnya. "Air terjun dan wisata alam lainnya, sebagai penyeimbang ekosistem," katanya.

Cara mudah dan menyenagkan untuk mengarahkan wisatawan untuk menjaga lingkunagn, lewat fotografer. Ya lewat berfoto-foto inilah, setidaknbya mereka sadar foto bagus itu bebas dari sampah, sehingga meeka mau buang sampah juga pikir-pikr.

Alumnus SMAN 2 Bondowoso ini mengaku remaja Bondowoso belum sdar terhadap kekayaan dan keindahan pariwisatawannya. "Bukan tidak sadar tapi belum, mereka namanya wisata itu di tempat yang berbau alam. Padahal, kuliner, religi, pertanian, UMKM, dan mengalitikum layak wisata," tambahnya. Narendra mengatakn remaja kota Gerbong Maut ini cenderung merasa kurang wah, jika hanya berwisata di dalam kota saja. "Padahal kegiatan UMKM seperti di tape ini menarik, ada pula makam Ki Ronggo dan Stasiun Bondowoso," imbuhnya.

Mahasiswa Unej ini berbicara keindahan wisata alam di Bondowoso sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, daerah lainnya banyak yang iri dengan kondisi alam yang asri ini. Sedangkan para anak muda banyak menuntut agar pariwisata Bondowoso itu go nasional dan internasional. "Inginya go internasional, tapi tidak turut andil dalam peran dalam memajukan wisata di Bondowoso," ujarnya.

Sehingga menburut Nahendra, jadi duta wisata itu tidak hanya kajeb atau pemerintah. Melainkan semu remaja Bondowoso itu jadi duta wisata. "Dalam hati pemuda Bondowoso itu punya sesuatu rasa memiliki untuk menjaga, melestarikan, mencintai, menghargai wisata dan budaya yang dimiliki," tambahnya. Untuk itu dikenali potensi wisata mu, dan kenalkan wisata mu kepada masyarakat luas. "Karena, Bondowoso pantas untuk dikenal karena berpotensi," ungkasnya. (dwi/wah)



Sumber: Jawa Pos Radar Ijen, 09 Juni 2016
Ditulis oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar