Rabu, 08 Februari 2017
Mengolah Skill Itu Asyik
KERJA tidak sesuai dengan keilmuannya, membuat kecewa dan sakit hati. Itulah yang banyak dialami sarjana dann lulusan SMK, termasuk Mega Zelvia Putri. Lulusan SMKN 1 jurusan administrasi perkantoran ini, masih beruntung pertama kerja sesuai keilmuannya, sehingga ilmu yang ada di sekiolah bermanfaat.
Namun pekerjaan keduanya tidak sesuai bidang keilmuannya YAITU di bidang kuliner.
Kepuasan Bertambah jika Konsumen Senang
"Awalnya sedih, lama-kelamaan ternyata asyik," paparnya. Jika dulu Mega tidak tahu bumbu dapur dan masak nan sedap, kini setidaknya menguasai. Saat ini perempuan 23 tahun asal Kademanangan tersebut mengaku kerja di luar bidang keilmuan asyik-asyik saja. Apalagi, kerjaan tersebut mengolah keterampilan atau soft skill. "Apa yang tidak tahu jadi tahu. Kalau dulu di sekolah hanya buku, masak saja tidak tahu," ucapnya.
Dari pengalamn tersebut, Mega berpesan siswa SMK yang baru lulus dan kerjaannya tidak sesuai dengan keilmuannya jangan berkecil hati. Sebab, apapun pekerjaannya pasti banyak pengalaman. Dari pada kerja mencatat dan mencatat," imbuhnya.
Dia merasa kerja yang berbau skill tidak hanya rupiah yang di dapat, lebih dari itu adalah kepuasan. Mega mneyebutkan kerja di bidang skill, contohnya perbengkelan, pertukangan serta bangunan, ada sebuah karya yang dihasilnya. Sehingga, secapek apapun kerjaan ada sebuah hasil yang bisa dilihat langsung dan ny6ata. "Apalagi kalau terjual dan konsumen merasa puas rasa senang itu bertambah," ucap Mega.
Mega memprediksikan pekerjaan yang berbau skill ini sangat menjajikan secara jangka panjang. Sebab, masyarakat kini selalu ingin instan dan cepat saja. Hal yang menjadi pertayaan besarnya di dunia SMK adalah maslah praktek kewirausahaan. Ya bisang entrepeneur, lagi hangat-hangatnya dikembangkan untuk jadi lebih mandiri dalam hal ekonomi. Sayanya praktek kewirausaan , diajarkan untuk jualan dan jaga toko. "Pernah kewirausahaan, saya sudah jual mie bagaiman caranya laku, Juga pernah pernah menjaga toko," ungkapnya. Jika menjual dan menjual seperti itu, Mega berpendapat lebih baik yang melakukan adalah orang pemasaran. (dwi/wah)
Sumber : Jawa Pos - Radar Ijen 26 Juni 2016
Ditulis kembali oleh : nbl
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar