Sabtu, 04 Februari 2017

Enjoy Dampingi Warga

DICINTAI warga pedasaan tapi tak dimengerti warga perkotaan,inilah pekerjaan Sheila Regina Prihandini.Sebagai pendamping Program Keluarga Harapan(PKH)Kecamatan Maesan,dia merasa kesal ke rekan-rekan kuliah ketika menanyakan pekerjaan Sheila."Dari pada saya jawab PKH menerangkannya panjang,kerja di Kemensos begitu saja,kalau orang desa banyak yang tahu PKH itu apa,"tambahnya.Sheila menjelaskan PKH adalah suatu program penanggulangan kemiskinan.


Wawasan Masyarakat Perlu dijaga disentuh


Dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin.Banyak orang mengatakan PKH adalah program dari Kementrian Sosial Republik Indonesia,tapi sebenarnya program lintas kementrian dan lembaga."Ada Bapenas,Depatermen Kesehatan Sosial,pendidikan nasional,agama,komunikasi dan informasi serta Badan Pusat Statistik,"imbuh Alumnus SMAN 2 Bondowoso ini.Perempuan 24 tahun ini memaparkan sasaran utama tentu keluarga iskin,dengan memprioritasikan dunia kesehatan dan pendidikan.Contohnya,kata Sheila,perhatian ibu hamil,anak-anak,dan pelajar SD hingga SMA.Alumnus FE Unej ini sejak setahun lalu menangani tiga desa,yakni sumber Pakem,Suger Lor,dan Gambangan."Total ada 337 keluarga jadi peserta PKH,"ucapnya.Bantuan mengentaskan kemiskinan tersebut,tambah Sheila,tidak hanya diberi sejumlah uang atau pun barang.Namun lebih penting adalah merubah pemikiran dan beri perlindungan sosial.Jika untuk ibu hamil,tentu bagaimana mengontrol dan memberi arahan ibu hamil untuk rutin memeriksa ke bidan dan perhatikan gizinya."Selama saya jadi PKH,hanya satu yang jarang pemeriksaan rutin ke bidan.karena anak-anak sebelumnya mewlahirkan ke dukun.Ya saya sering cek ke bidan atau pukesmas,"jelasnya.
Perempuan asal Blindungan mengaku wawasan,pola pikir masyarakat desa umumnya orang tua perlu disentuh.Contoh kecil saja tidak setiap ada uang itu dibelanjakan tidak dimanjemen dengan baik berdasarkan skala prioritas."Ada uang beli beras yang banyak disimpan,padahal harus ada alokasi untuk anak sekolah,"katanta.
Usut punya usut setiap penerima PHK,orang tuanya taraf pendidikannya ini rendah.Namun punya semangat yang tinggi menyekolahkan anaknya agar tidak seperti orang tuanya.Satu tahun jadi PKH Sheila merasa bersyukur dan tahu apa yang penting untuk mensejahterakan masyarakat."Kemiskinan,Kesehatan dan Pendidikan ini yang harus diperbaiki,"jelasnya.(dwi/wah)


Sumber:Jawa Pos Radar Ijen 14 Juni 2016


Ditulis oleh(AF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar