Rabu, 08 Februari 2017

Terobsesi Jadi Violinist


BIOLA merupakan alat musik yang unik. Keunikan itulah yang membuat Fayza Wara Az Zahra tertarik. Nada yang dihasilkan dari gesekan dawai biola, bisa menenangkan dan pikiran. Karena itu, dirinya memutuskan untuk menjadi violinist.
Awal kali ketertarikan itu karena melihat kakak kelasnya di SMPN 1 Bondowoso bermain biola. Memang sekolah tersebut kebetulan ada ekstrakulikuler orkestra. Melihat kakak kelasnya, perempuan yang akrab disapa Keyza ini ingin mencoba."Kelihatan kok asik ternyata asik beneran,"tuturnya.

Juga Bercita-cita Menjadi Dokter

Perempuan kelahiran 6 Mei 2002 ini berprinsip, setiap kali mempelajari sesuatu, dia tidak akan setengah-setengah. Karena itu dia mencari berbagai referensi. Sampai akhirnya dia mengenal Kezia Amelia Angkadjaja, violin Indonesia."Saya terobsesi ingin menjadi seperti dia,"tutur bungsu dari pasangan Bambang Soekwanto dan Ratih Tjahyaningsih tersebut.
Dia kagum kepada sosok Kezia karena berhasil menjadi violin terkenal. Bahkan salah lagunya yang berjudul Not About Angels (Violin Cover), sudah masuk di iTunes Store. Fayza ingin meneladani keberhasilan tesebut."Saya ingin menggapai cita-cita sebagai violin terkenal,"akunya.
Hal itu sesuai dengan prinsip hidupnya yang ingin terus mengembangkan diri. Baginya, selama itu benar, go for it.
Mempelajari biola, menurutnya adalah sesuatu yang sangat asik. Apalagi ketika bisa mengusai berbagai lagu."Tidak hanya disekolah, dirumah juga saya belajar,"tutur perempuan yang tampil saat acara perpisahan SMPN 1 Bondowoso beberapa waktu lalu itu.
Seperti saat Ramadan ini, dia mengisi waktu luangnya dengan belajar biola. Latihan tambahan itulah yang membuatnya menguasai beberapa lagu. Sehingga walau disekolah masih satu lagu, dia sudah menguasai beberapa lagu.
Selain memiliki cita-cita ingin menjadi violin terkenal, Feyza juga bercita-cita menjadi dokter. Hal itu karena keinginannya untuk menolong orang. Menurutnya, menjadi dokter adalah profesi mulai. Sebab dibutuhkan banyak orang.
Dia melihat, saat ini masih banyak masyarakat di daerah terpencil yang bebutuhkan bantuan kesehatan. Misalnya di Bondowoso, masih banyak titik yang membutuhkan tenaga kesehatan."Dalam profesi, saya niatkan untuk menolong, maka rejeki akan mengikutinya,"tegas perempuan yang tinggal di Jalan Jawa Bondowoso tersebut. (hud/wah)


Sumber: Jawa Pos Radar Ijen 25 Juni 2016
ditulis ulang: (JSR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar