JILBAB dan tarik suara tak bisa lepas dari keseharian Cindhy Margaretta. Jika nyanyi adalah hobinya yang bisa membuat pikiran jenuh jadi bahagia, hijab adalah kewajibab dirinya untuk menutupi uarat sebagai umat muslimah.
Perempuan kelahiran Bondowoso 1996 ini mengaku berjilbab tidak hanya baru-baru ini, namun sejak duduk di bangku SMP sudah mengenakan jilbab. Sindi pun masih ingat pertama kali mengenakan jilbab ada hal yang membuat dia keberatan. Sebab dulu SD tidak pakai jilbab, terlebih lagi kawan-kawannya juga tidak berjilbab. Sehingga konflik batin serta protes pun pernah dilayangkan Sindi ke orang tuanya.
Setiap sekolah selalu berjilbab, lama-kelamaan perempuan asal Sukosari ini mulai terbiasa menggenakan jilbab hingga SMA, bahkan rasanya malu jika keluar rambutnya terurai atau tak pakai jilbab.
Berjilbab Akan Bisa Menjaga Sikap
Menginjak SMA, Sindi mulai tertarik di bidang seni suara dengan membuat grup band dan dia yang jadi vokalisnya.Latihan demi latihan sering dijalani oleh Sindi, namun lagi-lagi dia terdapat konflik dengan orang tua."Orang tua tidak boleh saya berjilbab,"katanya. Saat itu."Waktu SMA vakum tidak main band lagi,"ungkapnya.
Usai lulus SMA dan berkeluarga, rasa percaya diri Sindi terhadap dunia musik kembali muncul. Dia berjumpa dengan temannya, untuk bertalih di dunia tarik suara dan mengisi acara musik sebagai penyanyi. Percaya diri sebagai penyanyi dan tetap memakai jilbab, tak lain ingin membuktikan bahwa penyanyi berjilbab bermunculan salah satunya adalah Fatin yang unggul dalam ajang pencari bakat dan kini terus berkarir di dunia tarik suara.
Kini dia tetap mengenakan jilbab dan tak menyesali pakai jilbab sejak dari SMP. Sebab dari jilbab ini dia menjalankan sebagai umat muslim untuk menutupi aurat. Berbicara tren jilbab saat ini yang terus booming, Bagi Sindi, adalah hal yang bagus. Banyak warga, banyak corak, banyak pula model membuat kerudung ini jadi tren perempuan Indonesia." Jika dulu kerudung banyak dipakai ibu-ibu, sekarang anak muda juga banyak,"tambahannya. Banyak orang yang menyatakan jilbab anak muda sekarang tidak menutupi aurat hanya ikut-ikutan tren saja. Bagi Sindi itu tak masalah, adanya tren jilbab tersebut menarik perlahan perempuan Indonesia termasuk Bondowoso menutupi aurat. Manfaat pakai jilbab akan lebih menjaga sikap dan perbuatan. Terlebih lagi saat waktunya salat tiba, mereka akan sangat melu jika tidak menunaikan ibadah. (dwi/wah)
Sumber: Jawa Pos Radar Ijen 29 Juni 2016
disalin oleh: (JSR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar